Demi Waktu dan Kematian, tidak akan ada yang mampu menjegal lahapan Sang Kala hingga diri ini akan selalu merasa dalam kerugian, dan alangkah indahnya jika sebelum tubuh ini sirna tertelan, kita bisa saling menyadarkan tentang kehadiran Sang Gusti, memperlakukan sesama dengan perlakuan yang menentramkan hati, saling mengingatkan tentang kebenaran sejati di hadapan-Nya, serta tentang sabar selama menetap dalam jasad, menunggu Sang Waktu yang perkasa menuntaskan tugasnya, terbebas dari sedih juga riang, berjuang untuk kembali pulang...

~ BC decides to die

 

 

ꦧꦶꦤ​ꦕꦶꦥ꧀ꦠꦢꦶ