SUPERMAN-BATMAN

 

SUPERMAN – BATMAN: TORMENT

Alan Burnett, Dustin Nguyen & Derek Fridolfs. (2008). Superman-Batman (Vol. 6): Torment. NY: DC Comics.

Kali ini kita akan kembali disuguhkan adegan bertarungnya Superman dengan Batman. Mereka berkelahi bukan karena Batman kesal karena ia belum juga dapat jodoh secantik Lois Lane, tapi karena Superman berada di bawah pengaruh Desaad yang tak lain adalah tangan kanan dari Darkseid penguasa Apokolips.

Dalam melakukan aksinya, Desaad tidak sendiri, ia dibantu oleh musuh bebuyutan Batman, Scarecrow. Dengan gas halusinogen milik Scarecrow dan ditambah pengaruh sihirnya, Desaad berhasil mengobrak-abrik psikis Superman. Sehingga Superman merasa kebingungan, panik, banyak pikiran, dan tak dapat mengontrol diri serta emosinya sendiri. Di saat jiwa Superman sedang lemah-lemahnya, Desaad mengambil alih pikiran Superman hingga Superman menuruti perintah Desaad.

Superman dibawa Desaad ke Tartaros, planet kecil milik Darkseid yang berfungsi sebagai kendaraan perang. Batman pun menggunakan kemampuan detektifnya sehingga berhasil memanfaatkan remote Boom Tube (atau disebut 'Mother Box') milik Scarecrow. Dengan alat itu, sampailah Batman ke Tartaros. Meski bertemu Superman, namun Superman yang sudah berada di bawah kekuatan Desaad malah berbalik menyerang Batman. Untung ada seorang wanita bernama Bekka yang menyelamatkan Batman dengan kekuatan menghilangnya (Phasing).

Wanita yang bernama Bekka itu ternyata adalah menantu Darkseid. Suaminya adalah salah seorang anak Darkseid bernama Orion. Di sinilah jantung Batman berdegup. Degup yang sama saat ia dulu berhadapan dengan Vicki Vale, bahkan Selina Kyle. Ya, Batman jatuh hati pada Bekka. Tak disangka, Bekka ternyata juga suka pada Batman. Di tengah suasana yang saat itu sedang tegang karena menghadapi kekuatan Desaad, benih-benih cinta masih bisa tumbuh di antara keduanya. Meski berkali-kali mereka berdua menahan perasaan, apalagi mengingat status Bekka masih istri orang, namun ciuman dan pelukan tak bisa mereka hindarkan. Maka resmilah Batman di komik ini menjadi selingkuhannya istri orang.

Kembali ke Superman. Tujuan Desaad membawa dan memperdaya Superman adalah agar Superman mencari sebuah tongkat suci (yang mirip dengan tongkat Nabi Musa) milik Highfather yang tersembunyi di Source Wall. Dengan tongkat suci itu, Desaad mengaku akan membantu mengembalikan kekuatan Omega Power milik Darkseid. Ya, semenjak Darkseid dibebaskan Superman dari Source Wall (baca "Superman-Batman: Vengeance"), ia kehilangan Omega Power-nya. Dan tanpa Omega Power, Darkseid hanya bisa murung bahkan sering ceroboh, contohnya adalah seorang Darkseid bisa sampai terpeleset di tangga. Dengan berhasilnya Superman mengambil tongkat suci itu, dan memberikannya pada Desaad, ternyata Desaad malah ingin memusnahkan Darkseid. Namun upaya itu gagal. Batman dan Bekka berhasil menyerbu masuk, bahkan Batman juga akhirnya sempat menyelamatkan Superman dari tempat Highfather berada, yaitu The Source itu sendiri. Bagaimana bisa Superman ada di balik Source Wall, ya, karena Desaad mengirimkan Superman ke sana. Dan jika Superman ada di sana terus, maka dengan kata lain sama saja Superman sudah sampai di Surga alias mati, karena tak ada yang pernah bisa kembali lagi ke dunia jika sudah masuk ke dalam The Source dan bertemu Highfather.

Hal menarik di komik ini adalah The Source dan Highfather yang merupakan analogi dari Arsy tempat Tuhan berada. Bahkan Source tersebut masih menjadi misteri terbesar DC Universe hingga kini. Beberapa tokoh pernah pula menembus Source Wall dan juga bahkan bertemu Highfather, namun wujud dari Highfather itu sendiri tidak pernah sama. Contoh, Superman bertemu Highfather dalam wujud seorang kakek tua dengan wajah yang bijaksana, sedangkan Hal Jordan the Green Lantern yang juga pernah menembus dinding Source serta bertemu Highfather, wujud Highfather adalah berupa Main Charger Battery yang besar sekali, persis dengan Main Battery yang ada di Planet Oa. Wallahu'alam.

Sebuah siksaan yang menjadi tema utama komik ini tidak hanya menimpa Superman maupun Darkseid secara fisik akibat ulah Desaad. Siksaan lain yang lebih 'mendalam' justru siksaan bathin bagi Batman. Batman mengalami gejolak perasaan yang menjadi sebuah dilema besar dalam dirinya. Ia tahu bahwa ia tak boleh merebut istri orang, namun ia tak bisa memungkiri betapa Bekka telah membuat dirinya jatuh cinta lebih dari perasaan cintanya pada wanita-wanita yang selama ini dekat dengannya. Meski dapat menyelamatkan sahabatnya, Batman merasa "siksaan" dalam dirinya belum juga berakhir.

Dari segi alur kisahnya, komik hasil karya penulis Alan Burnett ini bisa dikatakan cukup baik. Apalagi dengan bumbu kisah fall in love-nya Batman dengan seorang wanita yang tak lain adalah menantu Darkseid. Waduh, benar-benar cobaan yang sangat berat buat Batman. Selain itu jika dinilai dari segi goresan-nya, gambar-gambar yang disajikan cukup baik pula. Meski kalau boleh jujur gambar artist Dustin Nguyen ini tergolong biasa saja (belum sekeren goresan Van Sciver atau Ed McGuinness tentunya), tapi yang membuat gambar ini jadi jauh lebih menarik adaah teknik pewarnaannya yang baik. Tidak terlalu tajam, soft namun justru menghidupkan suasana setiap tokohnya dan cukup membuat pembaca benar-benar dapat “merasakan” setting terjadinya peristiwa. Hal tersebut tentu tak lepas dari jasa artist Derek Fridolfs, berkat teknik pewarnaannya inilah komik ini menjadi semakin layak untuk dikoleksi.

Back

 

SUPERMAN – BATMAN: ENEMIES AMONG US

Mark Verheiden, Ethan Van Sciver, Matthew Clark & Joe Benitez. (2007). Superman-Batman (Vol. 5): Enemies Among Us. NY: DC Comics

Insiden mengerikan terjadi di Metropolis. Sebuah pesawat alien yang kedatangannya ke bumi sudah lebih dulu membawa masalah menjadi penyebab terinfeksinya warga Metropolis (termasuk semua superhero yang aslinya bukan berasal dari bumi) akibat pengaruh dari sebuah batu Alien yang bisa membuat manusia dirasuki oleh Alien. Sesuai warnanya, batu laknat itu disebut "Blackrock".

Superheroes seperti Superman, Martian Manhunter, Kilowog the Green Lantern, dll, setelah dirasuki kekuatan Blackrock menyadari bahwa meskipun mereka akrab dengan penduduk bumi, namun mereka tetaplah makhluk asing dan sadar bahwa dengan kekuatan mereka bisa menaklukan bumi dan menguasainya. Meski demikian, hanya Superman yang masih bisa mengontrol dirinya dari pengaruh kekuatan itu. Anehnya malah Batman yang terkena parasit Blackrock sehingga Batman malah baku hantam dengan Superman.

Dan lebih heboh lagi yaitu pada saat blackrock ini menjadi hujan meteor di tengah kota Metropolis. Sebagian besar warga yang terkena, termasuk Jimmy Olsen, menjadi 'liar' dan seolah merasa dirinya bukanlah makhluk bumi.

Ujung-ujungnya biang kerok tragedi ini tak lepas dari duet maut Lex Luthor dengan Despero si empunya pesawat Alien yang ada di langit Metropolis sekaligus yang bertanggung jawab terhadap kekuatan Alien yang merasuki para superheroes.

Cerita komik Superman-Batman satu ini memang bagus, tapi rasanya tidak terlalu luar biasa, terutama alur dan idenya. Walau setelah mengingat bahwa penulis komik ini tidak lagi dipegang oleh Jeph Loeb, layaknya Superman-Batman volume 1 hingga 4, bisa jadi kualitas ceritanya jadi kurang menggigit. Barangkali Mark Verheiden, penulis kisah komik ini, juga dadakan mengerjakannya. Barangkali lho! Soalnya sewaktu rencana pengerjaan komik Superman-Batman volume 5 ini, putra Jeph Loeb, yang bernama Sam, meninggal dunia. Tentunya berita duka ini cukup memukul bathin Jeph sehingga peran penulisan cerita berpindah ke Verheiden.

Atas meninggalnya Sam Loeb,saya turut berduka cita. Ya sudah, kisah pada komik yang tak terlalu heboh ini pun dapat saya ampuni. Tapi, ini dia, untungnya seribu untung, volume yang satu ini menggaet artist favorit saya: Ethan Van Sciver!! Alhamdulillah. Senang rasanya ada satu orang yang dikenal dengan baik saat harus bertemu dengan penulis cerita dan beberapa artist yang masih belum begitu akrab di hati. Jadi, meski ceritanya biasa saja namun senangnya dapat menikmati gambar-gambar artist Van Sciver yang kerennya tak ada matinya!

Di sisi lain, kekecewaan saya yang nyaris mereda pun kembali terganggu. Lagi asyik-asyiknya menikmati goresan Van Sciver, tiba-tiba... Jreng! Jreng! Superman dan tokoh-tokoh lain wajahnya berubah menjadi buruk rupa! Rupa mereka mirip Kera! Ada apa ini? Mengapa bisa begini!? Ternyata...ada artist lain selain Van Sciver yang turut menyumbangkan goresan tangannya di komik ini yaitu seorang artist bernama Matthew Clark! Rrrrgghg.... sabar.. sabar. Hoy!! Matthew Clark! Gambar loe jelek, setan!! Merusak kenikmatan mata dan hati aja!! Haduh-haduh, ya Allah! Audzubillahimina-Matthew Clark-nirojiiim...

Masih mendingan artist berikutnya yang menyumbang goresan tangannya yaitu Joe Benitez. Untuk gambar Banitez masih bisa diampuni, walau kelihatannya karakter gambarnya terkesan ringan dan kurang rapi, tapi agak lebih lumayan dibandingkan harus melihat hasil goresan si Matthew Clark itu! Hhhh.... (menenangkan diri sejenak). Ya, sudahlah, orang sabar disayang Wonder Woman.

Back

 

SUPERMAN – BATMAN: VENGEANCE

Jeph Loeb, Ed McGuinness & Dexter Vines. (2006). Superman-Batman (Vol. 4): Vengeance. NY: DC Comics.

Boom Tube jadi tren di komik ini. Boom Tube adalah alat teleportasi antar dimensi milik Darkseid, penguasa Apokolips. Dengan Boom Tube tidak hanya tokoh utama saja (Superman dan Batman) tapi semua tokoh dari dimensi dan dunia berbeda akhirnya bergabung dalam satu tempat dan saling berkelahi satu sama lain. Jadi ingat "Crisis on Infinite Earths" saat semua superheroes dari berbagai dimensi melawan bandit-bandit yang juga datang dari berbagai dimensi.

Kejadian dibuka dengan kedatangan Superman dan Batman ke dunia tempat di mana kumpulan jagoan The Maximums (mirip JLA) menjadi pembela kebenaran. Namun kedatangan Superman dan Batman bukan untuk silaturahmi baik-baik, tapi untuk membunuh Skyscraper, salah satu anggota The Maximums, dengan alasan bahwa ia telah membunuh Lois. Dengan kejadian ini tentu saja, the rest of the Maximums gang jelas bingung lalu memutuskan untuk membalas dendam dengan mencari Superman dan Batman. Dengan bantuan dari rekan mereka yang sudah meninggal, Bowman, mereka dapat dikirim ke dimensi bumi tempat Superman dan Batman berada. Meski setelah sampai dan bertemu dengan Superman dan Batman, Superman dan Batman merasa tidak pernah membunuh anggota the Maximums bahkan heran siapa pula para The Maximums ini.

Dari situ bermula banyak kebingungan dan salah paham. Sampai-sampai Superman dan Batman bisa bertemu dengan Bizzaro (duplikat gagal Superman) dan Batzzaro (duplikat gagal dari Batman). Walau pada akhirnya Batzarro malah tewas demi melindungi Batman dari tembakan musuh bebuyutan Batman: Joker. Ya, Joker akhirnya muncul juga di sini. Ia bekerja sama dengan Myxptlk, untuk membolak-balik semua realita superheroes demi dendamnya membunuh Batman.

Propaganda yang didalangi Joker dan Myx ini benar-benar memusingkan Superman dan Batman, bahkan adu domba berhasil mempengaruhi The Maximums yang sempat serba salah harus memihak siapa. Sampai akhirnya Superman dan Batman sadar bahwa semua ini hanyalah akal-akalan Joker yang memanfaatkan sihir Myx untuk mempermainkan mereka atau dengan kata lain membunuh mereka pelan-pelan (ciri khas Joker). Usut punya usut ternyata dunia tempat The Maximums berada bahkan The Maximums sendiri adalah tokoh fiktif yang diciptakan oleh Joker dan Myx dengan bantuan sihir Myx. Ya, sebenarnya The Maximums itu tidak pernah ada, semua itu hanya dunia yang diciptakan Joker dan Myx untuk memperdaya Superman dan Batman. Bowman sendiri adalah media propaganda yang tak lain adalah hasil karya Myx sendiri untuk mempengaruhi The Maximums.

Selain itu, Joker dan Myx juga memanfaatkan sebuah parasit alien yang disebut Kryptonite Man yang bisa merasuk ke dalam tubuh siapapun dan berusaha terus mau menghancurkan Superman.

Di komik ini juga Darkseid yang terpenjara pada dinding Source Wall (Baca: "Superman-Batman: Supergirl") kembali bangkit dan sempat memukul Superman hingga gantian tertempel di Source Wall tersebut dan mematung. Untung para Supergirls dari berbagai dimensi (termasuk di antaranya Kara, Linda, Cir-El the S-Girl) datang membantu melepaskan sepupu mereka,Superman, jika tidak mereka bantu maka Superman akan selamanya membatu terus di Source Wall.

Back

 

SUPERMAN-BATMAN: ABSOLUTE POWER

Jeph Loeb, Carlos Pacheco & Jesus Merino. (2005). Superman-Batman (Vol. 3): Absolute Power. NY: DC Comics.

Tiga bandit dari masa depan (abad ke-31) berhasil memanipulasi keadaan dengan mesin waktu. Ketiga penjahat itu, Lightning Lord, Cosmic King dan Saturn Queen, datang ke masa lalu di mana roket Kal-El baru mendarat di ladang milik keluarga Kent dan Bruce Wayne dan kedua orangtuanya sedang menghadapi penodong sehabis menonton film Zorro. Mereka merubah sejarah hingga bayi Kal-El tak diasuh oleh keluarga Kent dengan membunuh Jonathan dan Martha Kent. Lalu Bruce Wayne kecil juga tak jadi merasa dendam ketika melihat orangtuanya dibunuh penodong karena penodong tersebut juga mati di tangan Cosmic King. Lalu bagaimana jadinya jika kedua superhero ini tumbuh dengan situasi yang jauh berbeda dari situasi yang seperti kita ketahui sebagai bagian sejarah mereka?

Seri ketiga Superman-Batman ini membawa kita melihat dari sisi yang berbeda yaitu bagaimana jika masa lalu kedua superhero tersebut tak lagi sama. Superman dan Batman tetap menjadi superhero, namun ternyata di bawah pengasuhan ketiga bandit masa depan itu mereka menjadi superheroes yang kejam dan otoritatif. Mereka menjadi penguasa dunia dan memberantas semua bentuk kebenaran. Bahkan patung Liberty pun tidak berwujud layaknya Liberty seperti biasanya, namun menjadi patung diri mereka berdua. Mereka menetapkan aturan. Mereka bermain-main dengan kekuatan mereka. Superhero lainnya seperti Green Arrow dan Wondar Woman  dianggap sebagai musuh mereka.

Tidak hanya itu, tiga bandit yang memanipulasi sejarah tersebut ternyata mencegah potensi kemunculan JLA. Mereka tahu bahwa dari sejak dini semua kelahiran superheros anggota JLA harus dicegah. Oleh karena itu, mereka pun membunuh Hal Jordan sebelum Hal sempat dipilih oleh Power Ring Abin Sur, bahkan Abin Sur sendiri dikubur oleh ketiga bandit itu hidup-hidup sehingga tak pernah ada Green Lantern. Tidak hanya Green Lantern yang dicegah kelahirannya, termasuk pula Barry Allen yang dicegah agar tak menjadi The Flash. Aquaman dan Martian Manhunter pun mengalami hal yang sama. Hanya Wonder Woman yang masih belum tersentuh kekejaman para bandit masa depan itu.

Berkat usaha Wonder Woman dan bantuan dari beberapa superheroes yang tersembunyi, mereka menyerbu pasukan superheroes yang menjadi kaki tangan Superman dan Batman. Meski berakhir tragis, namun Superman yang ada di masa depan akhirnya juga melibatkan diri untuk menyelamatkan kehancuran semua warga bumi akibat amukan Superman karena Batman ditusuk oleh Wonder Woman.

Superman di masa depan, beserta Darkseid dan Metron memperlihatkan pada Superman dampak kehancuran seluruh warga bumi akibat amukan Superman tersebut. Superman di masa depan berhasil membuat Superman saat itu menolak hidup dalam kesendirian. Maka Superman dan Batman harus kembali ke masa lalu, di mana ketiga bandit itu belum ikut campur dalam asal-usul mereka berdua.

Akhirnya Superman dan Batman berhasil merubah sejarah seperti asalnya. Jonathan dan Martha Kent tidak jadi terbunuh dan bayi Kal-EL pun diasuh oleh keluarga Kent. Meski Batman sempat tidak mampu menahan emosi dan mengakibatkan sejarah hidupnya menjadi aneh (tidak pernah lahir Batman, melainkan Bruce Wayne seorang anak konglomerat yang hidup dalam kemewahan), namun akhirnya Superman mampu membawa kembali takdir Bruce Wayne menjadi seorang Batman.

Setidaknya, dalam komik ini kita akan disuguhkan suatu pemikiran apakah memang lebih baik seorang Superman diasuh keluarga Kent sehingga tumbuh sebagai makhluk terkuat namun berhati melo, atau diasuh dengan orang lain yang memaksimalkan takdir Superman sebagai makhluk terkuat di alam semesta? Atau juga memilih apakah lebih baik seorang Bruce Wayne menyaksikan kematian kedua orangtuanya dan melihat penodong yang membunuh orangtuanya kabur serta menyisakan dendam dan ketakutan di dirinya atau tumbuh menjadi orang kaya yang tanpa dendam? Pada akhirnya ketiga bandit itu berhasil diringkus dan dibawa kembali ke abad 31 tempat di mana para Legion Superheroes tinggal. Wajib baca "Superman-Batman: Absolute Power" dan temukan sudut pandang lain dari sejarah kedua jagoan superpower ini.

Back

 

SUPERMAN-BATMAN: SUPERGIRL

Jeph Loeb, Michael Turner & Peter Steigerwald. (2005). Superman-Batman (Vol. 2): Supergirl. NY: DC Comics.

Setelah kejadian asteroid kryptonite yang dihancurkan oleh Captain Atom dengan pesawat robot, pecahan-pecahan asteroid/ meteor itu ternyata membawa sebuah pesawat asing ke bumi.

Dua minggu setelah peristiwa itu, Batman memburu pecahan-pecahan meteor Kryptonite itu dan menyelidikinya. Hingga suatu hari Batman yang sedang melacak keberadaan pecahan-pecahan meteor itu di bawah dasar laut menemukan sebuah pesawat alien terdampar di dasar air tersebut. Yang membuat Batman lebih kaget lagi bahwa di dinding pesawat tersebut terukir tulisan bangsa Krypton. Usut punya usut, ternyata pesawat ulang-alik tersebut membawa seorang gadis yang nantinya diketahui bernama Kara. Dan siapa Kara? dialah sepupu dari Superman sewaktu di Krypton.

Bayangkan, betapa senangnya Superman menyambut kedatangan Kara di bumi, karena ia merasa tidak sendiri lagi. Walau Superman sudah memiliki istri, namun ia tetap merasa dirinya hanyalah satu-satunya alien yang ada di bumi. Meski demikian, kehadiran Kara Zor-El di bumi kurang disambut baik oleh Batman. Batman dengan sifat skeptisnya masih ragu dan curiga dengan Kara. Ia berpikir harus tetap hati-hati karena sesungguhnya sosok Kara ini masih belum jelas asal-usulnya. Bisa jadi Kara adalah antek penjahat seperti Lex Luthor atau lainnya yang ingin menjebak Superman. Apalagi Batman sadar bahwa Superman pernah dikloning oleh Lab Cadmus, dan hasilnya adalah Superboy/ Conner Kent (Baca: "The Return of Superman") oleh karena itu bisa jadi Kara adalah hasil kloning yang dilakukan penjahat-penjahat yang menginginkan Superman mati.

Kecurigaan Batman membuat Superman kesal, namun ia tetap memaklumi sikap sahabatnya itu. Bahkan karena sifat posesif Superman terhadap Kara, Superman juga sempat bertengkar mulut dengan Wonder Woman yang merasa wajib "melatih" Kara di Paradise Island tempatnya.

Kehadiran Kara ini juga bersamaan ketika pasukan Furies-nya Darkseid sedang mencari kandidat pemimpin pasukan tempur wanita yang baru. Dulu pemimpin The Furies ini adalah Big Barda, namun setelah Barda "insyaf" dan mengasingkan diri, maka Darkseid mulai mencari-cari wanita perkasa untuk direkrut menjadi pimpinan pasukan wanitanya. Kabar burung sempat mengatakan bahwa Darkseid sempat mengincar Wonder Woman sebagai kandidat, namun Putri Diana itu terlalu kuat dan loyal dengan JLA.

Dengan datangnya Kara ke bumi, Darkseid juga tahu kekuatan Kara, disamping itu ia juga merasa Kara adalah orang yang cocok untuk memimpin pasukan dan membunuh Superman, maka itu Darkseid menculik Kara dari Paradise Island. Upaya penculikan ini memancing peperangan antara Superman, Batman, Wonder Woman dan segenap pasukan Paradise Island melawan ribuan monster Doomsday yang diciptakan ulang oleh Darkseid. Bahkan, penculikan Kara pun membuat Harbinger (Baca: "Crisis On Infinite Earths") terbunuh.

Demi mengambil Kara dari tangan Darkseid, Superman dkk meminta bantuan Big Barda untuk menuntun mereka ke Apokolips, tempat Darkseid bernaung. Perang dahsyat terjadi. Meski demikian, Kara yang sempat dipengaruhi Darkseid hingga bertarung melawan Superman, berhasil diambil kembali berkat otak cerdas Batman. Ya, Batman mengancam akan mengaktifkan bom-bom yang ada di gudang Darkseid. Darkseid pun melepaskan Kara.

Sampai di bumi, permainan belum selesai. Superman merancang kamuflase kematian Kara dengan bantuan teleport Wonder Woman, sehingga Darkseid mengira Kara sudah mati dan ia tak lagi mengejar Kara. Padahal, tanpa sepengetahuan Darkseid, Kara Zor-El sesungguhnya masih hidup dan sedang beristirahat di Paradise Island.

Setelah itu, Superman pun mengumpulkan semua jagoan-jagoan DC seperti JSA, JLA, Outsiders, dan Teen Titan untuk mengenalkan Kara Zor-El sebagai anggota baru dalam jajaran superhero DC Universe dengan nama hero: Supergirl.
Komik karya Jeph Loeb dan almarhum Michael Turner ini benar-benar berhasil membawa kembali eksistensi Kara Zor-El alias Supergirl dalam DC Universe setelah kematiannya di "Crisis On Infinite Earths". Selamat datang kembali, Supergirl!

Back

 

SUPERMAN-BATMAN: PUBLIC ENEMIES

Jeph Loeb, Ed McGuinness & Dexter Vines. (2005). Superman-Batman (Vol. 1): Public Enemies. NY: DC Comics.

Ternyata Clark Kent pernah bertemu Bruce Wayne ketika mereka masih kecil yaitu SmallVille. Kala itu, Clark dan temannya, Pete, sedang bermain baseball di lapangan. Tak jauh dari situ mereka melihat sebuah sedan mewah yang sedang diganti bannya oleh seorang laki-laki.

Mereka berdua melihat ada seorang anak laki-laki seusia mereka yang sedang duduk di jok belakang sedan mewah tersebut. Clark melihat anak itu kelihatan sedih dan kesepian. Tanpa mereka ketahui, laki-laki dewasa yang sedang mengganti ban mobil itu adalah Alfred Penyworth, dan anak kecil yang duduk di jok belakang itu adalah Bruce Wayne. Ia tampak sedih karena kala itu ia baru saja kehilangan orangtuanya akibat tewas ditembak oleh penodong.

Cuplikan menarik tersebut membuka kisah awal di komik. Sebagaimana para penggemar JLA tahu bahwa kedua sosok superheroes ini sudah lama saling bersahabat. Bahkan dalam "Kingdom Come" karya Alex Ross, saking dekatnya, Superman menjadikan Batman sebagai Godfather bagi jabang bayinya (yang dikandung oleh Wonder Woman). Dalam komik ini pun diceritakan bahwa  keduanya sudah saling mengenal satu sama lain, termasuk jati diri, rahasia kekuatan dan kelemahan masing-masing. Walau kedua tokoh ini memiliki kepribadian dan pandangan yang seringkali jauh berbeda, namun keduanya sadar bahwa mereka bisa menjadi sahabat yang saling mengisi dan melindungi.

Diceritakan bahwa Lex Luthor sudah berdiam di gedung putih, menjadi Presiden Amerika. Dan Pete (lengkapnya: Pete Ross) sahabat masa kecil Clark, menjadi Wakil Presiden mendampingi Lex. Namun berbeda dengan Lex, Pete tidak memandang Superman sebagai musuh.

Perbedaan tokoh Pete di komik ini dengan di serial Smallville adalah Pete Ross dalam versi komik adalah seorang berkulit putih, sedangkan dalam serial "Smallville", Pete digambarkan sebagai seorang berkulit hitam. Entah apa maksud produser serial tersebut mengganti Pete yang aslinya berkulit putih menjadi seorang kulit hitam. Bukan masalah rasis, tapi merubah sesuatu dari aslinya adalah tindakan yang sangat tidak terpuji, karena akan menyesatkan fans Superman di seluruh dunia. Sembarangan aja Warner Bros ubah-ubah!

Kembali ke Lex Luthor. Presiden Lex tidak sendiri. Di sekeliling Lex ada banyak bodyguard yang terdiri dari pasukan berjubah robot bahkan juga beberapa superhero yang kita kenal seperti Captain Atom, Major Force, Green Lantern (John Stewart), Power Girl, Hawkman, Captain Marvel, dkk. Strategi muka dua yang Lex jalankan berhasil membuat Superman dituduh sebagai biang kerok kedatangan bongkahan meteor hijau Kryptonite sebesar pulau Australia yang dalam beberapa hari akan menghantam bumi dan membinasakan seluruh umat di dunia. Tuduhan Lex mengarah pada Superman, karena menurut pidatonya di hadapan masyarakat dunia bahwa kedatangan meteor besar itu karena adanya daya tarik dari Superman sebagai penduduk Krypton sehingga bongkahan itu mengarah pada Superman yang ada di bumi. Lex sendiri memerintah pasukannya dan juga mengadakan sayembara berhadiah uang bagi siapa saja yang mampu membawa Superman padanya. Fitnah ini membuat beberapa bandit dan juga superhero yang pro-Lex Luthor memburu Superman. Di sini, Batman yang tahu akal bulus Lex selalu setia membela Superman, meski akhirnya dirinya juga ikut menjadi buronan.

Dengan bantuan beberapa superhero yang bekerja pada Lex, namun sebenarnya masih loyal dengan Superman (seperti Captain Atom, Green Lantern, Power Girl, dll), konspirasi Lex dapat dicegah. Seorang anak remaja jenius berkebangsaan Jepang bernama Hiro Okumura alias Toyman menciptakan robot super-besar yang desainnya sedikit norak, yaitu separuh Superman dan separuhnya lagi Batman, untuk diluncurkan ke luar angkasa dan dihantamkan ke meteor besar yang sedang menuju bumi itu. Meski awalnya Superman mau mengendarai robot itu, namun Captain Atom yang awalnya sempat mengalami dilemma (harus mempercayai Lex atau Superman) mengorbankan dirinya mengendarai dan menabrakkan robot itu ke meteor tersebut. Bumi selamat. Lex Luthor sendiri yang sedang mencoba menghasut rakyat langsung habis dihajar Superman dan Batman. Belum sempat ditangkap, bersamaan Lex jatuh dari gedung, muncul pula sebuah ledakan yang diduga Boom Tube (mesin teleportasi milik Darkseid) yang dicurigai Superman dan Batman menjadi jalan kaburnya Lex. Namun tidak juga, karena tak jauh dari situ, dari balik reruntuhan gedung, Lex keluar sambil tertawa kesal dan berjanji untuk membalas dendam.

Goresan pensil McGuinness dalam komik ini benar-benar menarik. Tidak bisa dibandingkan dengan Ethan Van Sciver (salam sejahtera untuknya) karena nuansa goresannya berbeda gaya. Layaknya goresan Van Sciver, gambar Ed McGuinness juga membuat saya jatuh hati dan betah berlama-lama menikmati setiap gambarnya. Ditambah lagi dengan teknik pewarnaan oleh Dexter Vines yang benar-benar bisa membuat semua karakter di komik ini menjadi hidup.

Back